Posts

Showing posts with the label Galau

Asumsi

Terkadang apa yang kita ingin sampaikan tidak dapat dipahami dengan baik oleh orang lain. Kita seringkali berasumsi orang lain akan otomatis paham apa yang kita maksud tanpa perlu menjelaskan secara rinci. Kita berasumsi mereka sudah cukup pintar untuk menarik kesimpulan sendiri. Nyatanya, tidak seperti itu. Asumsi membuat kita tidak memastikan kembali bahwa mereka benar-benar paham. Akibatnya bisa fatal. Jika seorang dokter berasumsi pasiennya sudah mengerti apa yang dijelaskan tanpa memastikan kembali bahwa sang pasien benar-benar paham, bisa berakibat pasien tidak melakukan pengobatan dengan benar sehingga tidak sembuh bahkan meninggal dunia. Hal yang serupa bisa terjadi pada semua profesi dan berbagai lapisan masyarakat tentunya. Asumsi Dalam hubungan antar teman atau antar pasangan, asumsi-asumsi inilah yang biasanya memicu perselisihan. Asumsi itu muncul karena kurangnya komunikasi. Tidak ada pertanyaan, berarti dianggap sudah mengerti. Padahal belum tentu. Sama seperti ...

What If..?

Image
Sering nggak sih, mengalami sesuatu yang nggak diinginkan. Jangankan diinginkan, terbayang sedetik aja mungkin nggak pernah. Terus berlarut mengutuk diri sendiri bahkan menyalahkan orang lain. Berandai saja waktu itu begini bukan begitu. Tapi ya sudahlah. Toh itu semua sudah berlalu. Ikhlas-in aja . Ya, kejadian itu memang sudah lama berlalu. Sekarang sih gue sudah berada di fase kelima dari 5-stages-of-grief- nya Kubler-Ross. Tapi seringkali terbersit penyesalan. Kalau saja waktu itu....... Ah, sudahlah, refreshing bentar. Putaran kepanitraan klinik a.k.a stase gue yang sekarang ini memberikan banyak sekali waktu luang. Bagi mahasiswa malas seperti gue ini kesempatan besar buat leyeh-leyeh. Hobi gue mantengin tumblr dan youtube setiap hari di- support oleh wi-fi kosan yang sering ngadat. Hahahaa. Suatu hari, gue lagi asyik gelimpang gelimpung di kosan nonton youtube  and   I find these amazing videos . Di video-nya ada kalimat sakti: "Nggak ada kegagalan lebih besar d...

Nggak Fokus, Nggak Punya Tujuan!

Maybe this is my biggest problem right now. Menurut gue, gue ini gak punya satu tujuan yang jelas dalam hidup gue. Ketika nggak punya suatu tujuan yang jelas, ya gue nggak bakal bisa melakukan apapun dengan baik. Sudah 3 tahun dan memberat 3 bulan terakhir ini gue galau masa depan , galau masa depan lagi hits bgt emang di kalangan para remaja tua, errr, dewasa muda usia 20-an tahun, terutama yang gak punya tujuan yang jelas (kaya gue). Dulu, sebelum lulus SD, gue udah tau tujuan gue pengen masuk SMP 2 yang terfavorit di kota gue. Terus sebelum gue lulus SMP, gue juga udah tau tujuan gue mau masuk SMA 1, sekolah terbaik di kota gue. Karena tujuan gue udah jelas, jadi gue tinggal berusaha sebaik mungkin supaya bisa mencapai tujuan itu. Nah! pas sebelum lulus SMA, gue sebenernya belum menemukan jati diri gue . Salah gue sendiri karena dulu terlalu mengikuti arus. Tujuan utama belajar adalah nilai. Jujur, dulu gue emang sebego itu, belajar cuma buat jadi yang terbaik. Tanpa mikirin hid...

Mencari passion?

Image
Mencari passion. Mungkin kelihatannya tidak istimewa sama sekali ya, atau malah aneh? Passion bukan dicari, tapi muncul dengan sendirinya, kan? Beberapa bulan terakhir ini, aku sering bertanya-tanya pada diri ini. ' Mau jadi apa aku setelah lulus?' , 'Apa sih passion- ku ?' atau ' Apa benar ini memang yang aku inginkan?' sampai ' Dengan siapa aku berjodoh? Umur berapa?' Aku gusar dengan fase usia peralihan dari 19 ke 20 ini. Terlalu banyak pertanyaan yang tidak bisa kujawab sendiri. Jadi, aku bertanya kepada orang lain. Orang pertama kutanyai adalah, ibuku. Aku bertanya, setelah lulus jalan apa yang sebaiknya kuambil? Aku menunjukkan kepada ibuku sebuah artikel tentang masa depan mahasiswa FK. Menurutku artikel itu sangat bermanfaat. Kamu mau link nya? ( klik di sini ) Dan, ternyata ibuku sama bingungnya denganku. Ada beberapa saran yang diberikan ibuku. Sudah pasti spesialis forensik tidak ada di daftar saran itu. Tetapi tidak satu pun yang mem...

Kado itu Tertunda Lagi

Image
Inilah saat-saat yang ditunggu mahasiswa setelah ujian akhir: nilai (liburan sih sebenernya). Walaupun tidak terlalu banyak berharap, aku juga menunggu-nunggu saat itu. Semoga lebih baik dari semester lalu. Harapku. Sebuah novel yang pernah kubaca mengatakan, "Berusahalah sedikit lebih banyak dari orang rata-rata, tidak usah banyak-banyak, sedikit saja" . Yah, walaupun aku tidak yakin aku telah berusaha sedikit lebih banyak dari teman-teman yang lain. Kamu masih ingat postinganku tahun lalu, ibuku me- request kado ulang tahun untuknya? ( http://mutiarizd.blogspot.com/2013/05/the-problem-is-you-think-you-have.html ) Ya, beliau tidak menginginkan kado ulang tahun apa-apa melainkan aku tidak SP. Tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah agar kami bisa berkumpul lebih lama di rumah saat liburan, tanpa terpotong jadwal SP ku. Tetapi apa? Sudah dua semester aku gagal memberikan kado spesial itu. Semester lalu, terburuk yang pernah ada. 8 sks dengan nilai BC. Waktu libu...

You Still A L I V E

Akan tiba saatnya di mana kamu merasa amat terpuruk Kala itu kamu merasa tidak memiliki semangat untuk bangkit lagi Ketika kamu berada di titik terendah dalam hidupmu Tak ada secercah motivasi dan harapan lagi Ketika kamu merasa tidak ada lagi orang yang menemani langkahmu Ketika kamu telah berusaha maksimal tetapi terus gagal Ketika kamu melakukan banyak hal, namun tak satupun hasilnya maksimal Ketika pengorbananmu tidak dihargai Ketika banyak hal yang kamu inginkan, namun tak satupun kamu dapatkan Ketika ekspektasimu jauh dari kenyataan Ketika kamu menyukai sesuatu, tetapi ia malah menghancurkanmu Ketika kenangan buruk masa lampau yang terus menghantuimu Ketika waktu tak memberi ruang bagimu untuk lepas dari masa lalu Ketika semua kebahagiaan sirna begitu saja Ketika mendung menyelimuti pagi yang cerah Ketika senyuman tak lagi menghiasi wajahmu Ketika kamu merasa amat kehilangan Ketika kamu merasa tidak memiliki siapa-siapa di dunia ini Ketika itu juga.......

Belajar dari Sebuah Charger

"Aduh, hape-ku lowbat lagi. Sial!" Tentunya, kamu sering sekali mengalami hal seperti ini. Kadang, hal seperti ini sangat menjengkelkan. Apalagi di saat-saat genting. Ketika handphone, laptop, atau iPad milikmu low battery, pastilah pertolongan pertama yang kamu lakukan adalah mencariku, charger handphone, laptop, atau iPad yang sesuai dengan gadget-mu. Milik siapapun itu. Ketika kamu sudah mendapatkanku, kamu buru-buru men-charge gadget-mu hingga penuh ataupun sekedar membuatnya aktif kembali. Dan jika gadget-mu sudah terisi energy yang ia butuhkan, kamu meninggalkanku begitu saja. Seolah aku sudah tak berarti lagi bagimu dan gadget-mu. Kamu kembali kepada gadget kesayanganmu. Gadget kesayanganmu itu, berapapun harganya, murah ataupun mahal, keluaran lama ataupun terbaru, baru atau bekas, bukanlah apa-apa tanpa diriku. Namun, aku hanya bisa diam. Aku tetap menunggumu hingga saatnya kamu membutuhkan pertolonganku kembali. Aku tidak marah, juga tidak dendam. Aku ikhlas...